dalah Komisaris Polisi (Kompol) AD, anggota Densus 88 Anti Teror - TopicsExpress



          

dalah Komisaris Polisi (Kompol) AD, anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri justru yang terbukti sebagai pemakai, pemasok dan bandar narkotika. Selain itu, perwira yang juga bertugas di Bareskrim Polri tersebut, baru-baru ini melakukan kejahatan yang lain. AD masuk ke kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) secara paksa dan naik ke lantai enam, Kamis (4/7/2013). Tanpa kejelasan, dia mengambil sejumlah dokumen yang ada di lantai tempat Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto berkantor. ...AD merupakan perwira yang pernah bertugas di satuan “burung hantu” Densus 88 Anti Teror dan berada di bawah garis koordinasi langsung Kapolri. Dia juga pernah diperbantukan di Badan Narkotika Nasional (BNN) saat digawangi oleh Komjen (Purn) Gories Merre.... voa-islam/news/indonesiana/2013/07/07/25748/hobi-tuding-narcoterrorism-anggota-densus-88-ternyata-bandar-narkotika/ “AD itu memaksa masuk kepada petugas keamanan untuk ke lantai enam,” kata Benny seperti dilansir detikcom, pada Jum’at (5/7/2013). Aksi AD yang berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB ini terekam kamera pengintai (CCTV) yang terpasang di beberapa titik di ruang tersebut. Hasil rekaman CCTV, AD membawa dua folder yang ada di salah satu ruangan tanpa izin. Namun pihak BNN belum dapat memastikan apa saja isi dokumen yang dibawa tersebut. “Ada dua bundel berkas, isi berkas macam-macam. Saya tidak tahu persis apa saja. Satu dibawa tas satu lagi ditenteng,” tambahnya. AD merupakan perwira yang pernah bertugas di satuan “burung hantu” Densus 88 Anti Teror dan berada di bawah garis koordinasi langsung Kapolri. Dia juga pernah diperbantukan di Badan Narkotika Nasional (BNN) saat digawangi oleh Komjen (Purn) Gories Merre. ...Akhirnya nama AD muncul saat pengungkapan bandar besar narkotika oleh Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkotika Bareskrim Polri, di Perumahan Taman Surya V Blok JJ 5 No 23, RT 8 RW 3, Pegadungan, Jakarta Barat 18 September 2012 lalu... Namun belakangan, dia terindikasi sebagai pengguna dan bandar narkotika yang akhirnya didepak dari BNN. AD juga tercatat bertugas di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipid Eksus) Bareskrim Polri setelah didepak dari BNN. Setelah itu jejaknya hilang, sampai akhirnya nama AD muncul saat pengungkapan bandar besar narkotika, Andre Samsul Malik (36 tahun) oleh Direktorat Tindak Pidana (Dit Tipid) Narkotika Bareskrim Polri. Andre Samsul Malik ditangkap di Perumahan Taman Surya V Blok JJ 5 No 23, RT 8 RW 3, Pegadungan, Jakarta Barat 18 September 2012 lalu. Saat penggrebekan, aparat mendapatkan lencana BNN dari bandar kakap narkotika tersebut. Andre mengaku lencana tersebut didapat dari AD. Lencana itu digunakan untuk memuluskan bisnis narkotika yang dikelolanya bersama AD. Diakui Andre, lencana tersebut adalah milik dari AD yang kemudian digunakan bandar untuk memuluskan bisnis haramnya
Posted on: Mon, 08 Jul 2013 02:54:11 +0000

Trending Topics



Recently Viewed Topics




© 2015